Sabtu, 26 November 2011

Perayaan dan Festival di Korea

Di masa lampau, perayaan adalah upacara keagamaan yang mewah. Bahkan sebelum
masa Tiga Kerajaan, upacara ucapan syukur atas keberhasilan panen mulai
dilaksanakan secara resmi di kerajaan-kerajaan konfederasi yang lebih kecil.
Upacara-upacara ini meliputi yeonggo(upacara memangil roh dengan menabuh
genderang) dari Kerajaan Buyeo, dongmaeng (pemujaan pada pendiri kerajaan)
dari Kerajaan Goguryeo, dan muncheon (Tarian Surga) dari Kerajaan Dongye.
Umumnya, perayaan-perayaan ini iselenggarakan pada bulan kesepuluh,
menurut kalender bulan, setelah semua panen selesai.

Tradisi menikmati masa panen di musim gugur dan menyambut tahun baru dalam
kegembiraan terus berlanjut sampai masa kerajaan-kerajaan dan dinasti-dinasti
berikutnya, dan tiap kerajaan atau dinasti melakukan beberapa perubahan tertentu.

Disebabkan oleh laju kehidupan yang amat cepat, Korea pada masa kini telah banyak
kehilangan hari-hari libur tradisionalnya.

Namun beberapa hari libur masih tetap diperingati dengan penuh semangat. Salah satunya
adalah Seollal, hari pertama dari tahun bulan yang baru, yang jatuh kira-kira pada akhir
Januari atau awal Februari pada kalender matahari.



Sebae adalah tradisi kaum muda untuk membungkuk di hadapan para
orang yang lebih tua yang dihormati sebagai cara menyambut Tahun Baru.

Seluruh keluarga berkumpul pada hari itu. Dengan berpakaian Hanbok atau pakaian
terbaik mereka, seluruh keluarga melaksanakan upacara menghormati roh leluhur.
Sesudah upacara, anggota keluarga yang lebih muda memberikan penghormatan
secara tradisional dengan cara membungkuk dalam-dalam kepada anggota yang
lebih tua keluarga.

Hari libur besar lainnya meliputi Daeboreum, bulan purnama pertama sesudah Seollal.
Pada hari libur ini, para petani dan nelayan berdoa meminta hasil panen dan tangkapan
ikan yang melimpah, dan rumah tangga biasanya mengungkapkan keinginan untuk
mengalami tahun yang penuh keberuntungan dan terhindar dari nasib buruk dengan
cara mempersiapkan makanan istimewa berupa sayur-sayuran yang telah dibumbui.

Pada perayaan Dano, hari kelima pada bulan kelima tahun bulan, para petani tidak
pergi ke ladang dan mengambil satu hari libur untuk mengadakan perayaan bersama
untuk menandai selesainya musim semai, sedangkan para wanita mencuci rambut
mereka dengan air khusus yang dibuat dengan merebus bunga iris dengan
harapan mereka mampu terhindar dari kemalangan.

Dano merupakan hari libur besar di masa lampau, namun minat masyarakat pada
hari libur ini telah jauh berkurang, kecuali di beberapa propinsi tertentu.



Saat makan pagi pada perayaan Daeboreum, Ogokbap (nasi limabutir)
dimakan beserta dengan berbagai macam sayur-sayuran
yang telah dikeringkan



Sebuah keluarga sedang membuat songpyeon, kue beras berbentuk
Bulan Sabit, untuk perayaan Chuseok

Chuseok, hari bulan purnama di musim gugur yang jatuh pada hari ke-15 bulan
kedelapan kalender bulan, mungkin merupakan hari raya yang paling
ditunggu-tunggu bagi rakyat Korea masa kini.

Antrian mobil yang amat panjang mengisi jalan raya, dan banyak institusi
serta toko-toko tutup selama tiga hari. Anggota keluarga berkumpul bersama,
memberikan penghormatan pada nenek moyang mereka,
serta mengunjungi makam leluhur.

Orang-orang yang tinggal di kota kembali ke kampung halaman mereka untuk
merayakan Chuseok. Tiket pesawat terbang dan kereta api bagi mereka yang akan
kembali ke kota kelahiran mereka biasanya telah dipesan beberapa bulan sebelumnya.

Di antara hari raya yang lain adalah Hari Kelahiran Sang Budha, yang jatuh pada hari
kedelapan pada bulan keempat kalender bulan, serta Hari Natal, yang dirayakan tidak
hanya oleh umat Kristen namun juga sebagian besar kaum muda.
Pada Hari Kelahiran Sang Budha, massa umat Budha bergabung dalam
parade lentera melewati jantung kota Seoul, dan lentera-lentera umat
Budha digantungkan sepanjang jalan-jalan utama.

Terdapat beberapa hari libur keluarga yang penting bagi seluruh rakyat Korea
dan dirayakan dengan pesta dan penuh kegembiraan. Hari-hari libur ini meliputi baegil,
hari ke-100 setelah kelahiran seorang anak; dol, hari ulang tahun pertama seorang bayi;
dan hoegap atau hwan-gap, hari ulang tahun ke-60, yang dianggap sebagai hari
selesainya siklus 60 tahun dalam zodiak Timur.

Hari-hari istimewa ini dirayakan dengan antusiasme tinggi ketika tingkat kematian bayi
masih tinggi dan angka harapan hidup masih rendah.



Dol, perayaan hari ulang tahun pertama



Upacara Minum Teh Korea

Unsur utama dari upacara minum teh Korea adalah ketenangan dan sifat alami saat
menikmati teh dalam suasana yang formal namun santai. Upacara minum teh kini
dihidupkan kembali sebagai cara memperoleh relaksasi dan keselarasan dalam budaya
baru yang bergerak cepat, serta dalam rangka meneruskan tradisi lama dari
kesenian non-material Korea.
Pada masa lalu, acara-acara seperti itu dilaksanakan sebagai perayaan yang akan
dihadiri bahkan oleh kerabat jauh, namun kini acara tersebut hanya dihadiri oleh
kerabat dekat. Seperti hoegap, semakin banyak warga usia lanjut beralih ke bentuk
perayaan yang lain, misalnya bepergian ke luar negeri, daripada merayakannya di rumah.

Dari ribuan festival yang diselenggarakan di seluruh Korea, Kementerian Kebudayaan,
Olahraga dan Pariwisata mencatat beberapa festival terbaik, berdasarkan kepopuleran
dan keunikannya.

Dalam kategori festival Signatory di Korea, baik ‘Festival Tari Topeng Andong’ dan
‘Festival Lumpur Boryeong’ berada pada posisi teratas.



Daerah Sekitar Seoul dan Propinsi Gyeonggi-do Pertunjukan Anseong
Namsadang Baudeogi
Tanggal : 1 Oktober –6 Oktober 2008,
Tempat: Taman Leports, (Kompleks Stadium) Anseong-si




Propinsi Chungcheongnam-do Festival Lumpur Boryeong Lumpur Boryeong
kaya akan mineral dan baik untuk kesehatan kulit.
Lumpur laut berkualitas tinggi ini begitu terkenal sehingga dibuat
menjadi kosmetik seperti masker dan sabun lumpur.
Festival ini memberikan kesempatan pada pengunjung untuk
bersenangsenang sambil menikmati pijat lumpur dengan bubuk lumpur
berkualitas tinggi dari Pantai Daecheon dan wilayah air pasang
yang rendah di dekatnya. Tersedia berbagai macam program seperti
bak mandi lumpur yang sangat besar, gulat lumpur,
meluncur di atas lumpur, penjara lumpur, latihan militer
dengan menggunakan lumpur, dan lain-lain.
Tanggal: 12 Juli –20 Juli 2008,
Tempat: Pantai Daecheon, Boryeong-si




Festival Geumsan Insam(Festival Ginseng Geumsan)
Tanggal: 29 Agustus –7 September 2008,
Tempat: Jalan Ginseng dan Jamu Geumsan dan Lapangan Ginseng



Propinsi Jeollabuk-do Festival Horizon Gimje
Tanggal: 1 Oktober –5 Oktober 2008,
Tempat: Byeokgolje Gwangjang (Plaza), Kimje-si



Propinsi Gangwon-do Festival Pantomim Internasional Chuncheon
Tanggal: 23 Mei –1 Juni 2008,
Tempat: Chuncheon



Festival Jamur Cemara Yangyang
Tanggal: 2 Oktober –6 Oktober 2008,
Tempat: Pasar Yangyang-gun



Propinsi Gyeongsangbuk-do Festival Tari Topeng Internasional Andong
Kota Andong memililiki warisan budaya material maupun non-material
terbesar di Korea yang diakui dan dilestarikan dengan baik.
Festival Tari Topeng Internasional Andong bertujuan mempromosikan tradisi
dan budaya kota Andong melalui berbagai macam program, pertunjukan
tari topeng, dan seni tradisi rakyat, termasuk Chajeon-nori
(sejenis permainan di mana pemainnya menubrukkan diri satu sama lain,
dimainkan oleh penduduk desa pria), Notdari bapgi
(sejenis permainan yang dimainkan oleh kaum perempuan di desa tersebut.
Seseorang membungkuk untuk membuat jembatan sehingga orang lain bisa
menyeberang menggunakan tubuhnya), dan Hwajeon-nori (permainan api).
Tanggal: 26 September –5 Oktober 2008,
Tempat: Desa Hahoe di Andong-si



Propinsi Gyeongsangnam-do Festival Lentera Jinju Namgang
Tanggal: 1 –14 Oktober, 2008,
Tempat : Tepi Laut Namgang, Jinju-si



Pripinsi Jeollanam-do Festival Seladon Gangjin
Tanggal: 9 –17 Agustus, 2008,
Tempat: Goryo Seladon Doyoji Area



Festival Kupu-kupu Hampyeong
Tanggal: 18 April –1 Juni, 2008,
Tempat: Taman Hampyeong Cheonsubyeon
 

Perayaan di Jepang

Jepang adalah negara dengan 4 musim yang mempunyai berbagai perayaan atau festival yang unik dan beragam (matsuri) menurut pengertian agama Shinto berarti ritual pemujaan kepada dewa (kami). Matsuri juga berarti perayaan atau festival.

Maksud diselenggarakannya matsuri ini adalah mendoakan untuk keberhasilan panen, seperti beras, gandum, jagung dll. kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap suatu penyakit, keselamatan dari bencana dan juga mempunyai makna sebagai ucapan terima kasih atas keberhasilan menyelesaikan suatu pekerjaan yang berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Tiap-tiap daerah mempunyai ciri khas, waktu pelaksanaannya juga makna yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri tersebut.

Omikoshi yaitu replika kuil Shinto. Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu ditemui prosesi atau arak-arakan membawa omikoshi yang merupakan replika dan tempat dimana kami berada didalamnya. Omikoshi ini sangat besar dan berat sekali, sehingga untuk memanggulnya digunakan balok-balok kayu yang besar dan kuat pula yang diusung oleh segerombolan besar laki-laki yang mengenakan baju atasan yang disebut "happi" dan ikat kepala/ "hachimaki". Dengan kompak, bersemangat dan suara nyaring berirama mereka meneriakkan yel-yel "wasshoi wasshoi wasshoi" berjalan mengelilingi jinja/kuil Shinto dan sekitarnya.


Tori no ichi yaitu sebuah perayaan yang sangat terkenal di Jepang. Perayaan ini berlangsung setiap tahun pada bulan November. Seperti Pasar Maleam di Indonesia dan makanan tradisional seperti yakisoba (mie goreng), okonomiyaki (sejenis martabak asin) dll.










Kumade yaitu suatu benda yang merupakan simbol atau lambang keberuntungan. Kumade mempunyai bermacam-macam ukuran dan model yang terbuat dari bambu yang berhiaskan padi-padian, burung, ikan dan lain-lain. Dengan memiliki atau membeli kumade seseorang berharap akan memperoleh keberuntungan dan kesuksesan dalam berusaha / berbisnis juga keberhasilan dalam meniti karir / pekerjaan pada tahun-tahun yang akan datang

Ciri khas dari perayaan tori no ichi adalah banyaknya toko-toko tempat penjualan kumade di sekitar jinja. Biasanya penjual kumade sedang melakukan owai/berdoa, yaitu berdoa sambil bertepuk tangan dengan seorang pembeli kumade untuk mengharapkan keberkahan dan keberuntungan di tahun-tahun berikutnya.

Kamis, 17 November 2011

Sejarah singkat Vietnam

Perang Vietnam merupkan salah satu perang terdahsyat yang diikuti
Amerika dimana Amerika kehilangan sekitar 58 ribu tentaranya yang
tewas. Jumlah korban perang Vietnam secara keseluruhan termasuk rakyat
sipil vietnam, tentara vietkong dan sebagainya mencapai lebih dari 1
juta orang. Sejarah perang ini diawali tanggal 2 September 1945 di
Hanoi, Ho Chi Minh secara umum mendeklarasikan kemerdekaan Vietnam.

Ketika para komunis di Vietnam Selatan Viet Minh mengikutsertakan
pemerintahan kolonial Perancis pada perang gerilya, bermula tepat
setelah deklarasi kemerdekaan tersebut, Ho Chi Minh, pada posisinya
sebagai pemimpin pergerakkan kemerdekaan di Vietnam Utara, memutuskan
untuk bernegosiasi dengan Perancis. Alasannya adalah : pada waktu itu
lebih dari 180.000 pasukan nasionalis Cina di Vietnam Utara; Viet Minh
di Vietnam Utara merasa secara simultan liberalisasi mereka untuk
melawan kekuatan dari kolonial Perancis dan pasukan Cina.

Pada tahun 1946, setelah Perancis membangun kembali pemerintahan
kolonial mereka di Vietnam, para nasionalis Cina setuju
diberlakukannya kembali pasukan Cina dari Vietnam. Hal ini telah
terjadi, Viet Minh menambah serangan mereka terhadap kekuatan kolonial
Perancis dan memasangnya juga di bagian Selatan dan Utara Vietnam.
Ketika Perancis berhasil dalam menahan kota dibawah kekuasaan mereka,
peraturan di daerah pedalaman makin bertambah karena Viet Minh. 20
November 1953, kekuatan kolonial Perancis menempatkan sebanyak 16.000
pasukannya di Bien Phu, yaitu sebuah lembah pegunungan di sepanjang
perbatasan Vietnam Utara dan Laos Utara. Dari Dien Bien Phu, Perancis
bermaksud untuk mengawasi daerah perbatasan di antara kedua negara.
Hal ini dianggap perlu karena Viet Minh melakukan pergerakan komunis
dilengkapi dengan persenjataan di Laos, Pathet Lao.

Militer Perancis percaya bahwa Lembah Dien Bien Phu yang memiliki
panjang 19 kilometer dan lebar 13 kilometer, aman dari serangan Viet
Minh. Namun pada minggu-minggu dan bulan-bulan berikutnya, pasukan
Vietnam dibawah pimpinan Jenderal Giap, menyiapkan penyerangan ke Dien
Bien Phu. Dengan bantuan lebih dari 200.000 orang kuli pengangkut
barang, Viet Minh mengatur pengangkutan artileri berat ke
gunung-gunung yang mengelilingi lembah Dien Bien Phu.

Pada bulan Maret 1954, Viet Minh memulai penyerangan mereka terhadap
pasukan Perancis di Dien Bien Phu. Pada tanggal 7 Mei 1954, mereka
berhasil menaklukan pusat komando Perancis. 9.500 anggota pasukan
kolonial Perancis ditangkap. Ini merupakan kekalahan paling buruk
dalam sejarah pasukan kolonial Perancis.
Lebih dari 20.000 orang Viet Minh dan lebih dari 3.000 orang Perancis
terbunuh dalam pertempuran di Dien Bien Phu. Perang antara Viet Minh
dengan Perancis yang berlangsung selama sembilan tahun, telah menelan
korban jiwa yang sangat besar. Lebih dari satu juta warga sipil,
200.000 hingga 300.000 orang Viet Minh dan lebih dari 95.000 anggota
pasukan kolonial Perancis telah kehilangan nyawanya.

Pada tanggal 20 Juli 1954 di Jenewa, negosiator Viet Minh dan Perancis
setuju membagi Vietnam menjadi dua negara bagian : komunis Vietnam
Utara dan kapitalis Vietnam Selatan.
Pada tahun 1959-1963, setelah gerilya komunis Vietnam Selatan dapat
menjatuhkan pemerintahan Diem, pemerintahan komunis Vietnam Utara
mengendalikan jalannya konfrontasi militer. Lebih dari 40.000 gerilya
Vietnam Utara masuk ke wilayah selatan, dan memberikan persenjataan
dan amunisi kepada komunis Vietnam Selatan, yang dibawa melalui
jalan-jalan kecil Ho Chi Minh di wilayah Laos dan Kamboja.

Pada tahun 1961, presiden AS yang baru dipilih, Kennedy, mengirimkan
100 penasihat militernya yang pertama bersama dengan satu unit khusus
dengan 400 tentara ke Vietnam. Pada tahun berikutnya, AS menambah
jumlah pasukannya di Vietnam menjadi 11.000 tentara.

Pada tanggal 2 Agustus 1964, dua kapal pesiar Amerika di tembaki oleh
kapal-kapal patroli Vietnam Utara di Teluk Tonkin. Amerika bersikeras
bahwa kapal-kapal pesiar itu berada di perairan internasional. Dan
menjadikan peristiwa itu sebagai alasan untuk membom Vietnam Utara
untuk pertama kalinya. Hanya saja pada tahun 1971, diketahui bahwa dua
kapal perang Amerika telah melanggar daerah perairan Vietnam Utara.

Pada bulan Maret 1965, pesawat tempur AS memulai Operation Rolling
Thunder, pemboman besar-besaran terhadap Vietnam Utara. Sekitar tiga
setengah tahun kemudian, bom-bom dijatuhkan di sekitar Vietnam Utara
yang jumlahnya dua kali lebih banyak dari jumlah bom yang dijatuhkan
pada Perang Dunia II.

Untuk mengurangi pembangunan industri dan penduduk negara, Vietnam
Utara memberlakukan desentralisasi total ekonomi dan evakuasi sejumlah
orang dari kota-kota. Puncak Perang Vietnam pada tahun 1968, yaitu
saat AS mengirimkan hampir setengah juta tentaranya ke Vietnam.
Pasukan Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Filipina dan Thailand
semuanya berjumlah 90.000 orang. Dan saat itu tentara Vietnam Selatan
berjumlah 1,5 juta orang.

Front Pembebasan Nasional di bawah kepemimpinan komunis, yang diberi
nama Vietkong oleh AS, memiliki kekuatan 400.000 pasukan. Pada tanggal
1 Februari 1968, kekuatan Tentara Pembebasan Nasional memulai serangan
Tet ke 105 kota-kota di Vietnam Selatan. Walaupun Vietkong berhasil
dipukul mundur dan mengalami kekalahan (kecuali di Hué), serangan Tet
ini merupakan saat yang menentukan dalam Perang Vietnam.

Serangan Tet mengakibatkan perubahan sikap AS. Setelah serangan Tet,
pemerintahan AS tidak tertarik lagi ingin memenangkan perang. Tapi
mereka hanya tidak ingin kehilangan reputasinya sebagai kekuatan
militer terhebat.

Melalui operasi militer AS, angkatan udara AS melakukan pengeboman ke
wilayah Vietnam Utara, dan berakhir pada Oktober 1968. AS mulai
menarik kembali pasukan-pasukannya dari Vietnam.
Tahun 1969 di Paris, AS, Vietnam Selatan, Vietnam Utara dan Vietkong
melakukan negosiasi untuk menarik seluruh pasukan AS dari Vietnam.
Pada tahun 1972, sebelum negosiasi Paris membawa hasil, AS telah
mengurangi pasukannya sebesar 100.000 orang dari Vietnam.

Tanggal 30 Maret 1972, terjadi serangan komunis, tapi bukan oleh
Vietkong melainkan oleh pasukan Vietnam Utara yang melewati garis
demarkasi (17 derajat garis lintang utara) melanggar wilayah Vietnam
Selatan. Pengeboman yang dilakukan secara terus-menerus oleh pesawat
tempur AS, telah menyebabkan mundurnya pasukan Vietnam Utara.

Pada tanggal 27 Januari 1973, persetujuan gencatan senjata
ditandatangani di Paris dan mulai diberlakukan sejak hari itu. Pada
bulan Maret 1973, pasukan terakhir Amerika, meninggalkan Vietnam. Dua
tahun kemudian, Vietnam Utara dan kekuatan komunis Selatan memulai
serangan dengan maksud untuk menguasai negara Vietnam Selatan.
Beberapa minggu kemudian, tepatnya tanggal 30 April 1975, pasukan
Vietnam Utara menduduki Saigon dan mengakibatkan berakhirnya perang
yang telah berlangsung selama tiga puluh tahun.