Kamis, 17 November 2011

Sejarah singkat Vietnam

Perang Vietnam merupkan salah satu perang terdahsyat yang diikuti
Amerika dimana Amerika kehilangan sekitar 58 ribu tentaranya yang
tewas. Jumlah korban perang Vietnam secara keseluruhan termasuk rakyat
sipil vietnam, tentara vietkong dan sebagainya mencapai lebih dari 1
juta orang. Sejarah perang ini diawali tanggal 2 September 1945 di
Hanoi, Ho Chi Minh secara umum mendeklarasikan kemerdekaan Vietnam.

Ketika para komunis di Vietnam Selatan Viet Minh mengikutsertakan
pemerintahan kolonial Perancis pada perang gerilya, bermula tepat
setelah deklarasi kemerdekaan tersebut, Ho Chi Minh, pada posisinya
sebagai pemimpin pergerakkan kemerdekaan di Vietnam Utara, memutuskan
untuk bernegosiasi dengan Perancis. Alasannya adalah : pada waktu itu
lebih dari 180.000 pasukan nasionalis Cina di Vietnam Utara; Viet Minh
di Vietnam Utara merasa secara simultan liberalisasi mereka untuk
melawan kekuatan dari kolonial Perancis dan pasukan Cina.

Pada tahun 1946, setelah Perancis membangun kembali pemerintahan
kolonial mereka di Vietnam, para nasionalis Cina setuju
diberlakukannya kembali pasukan Cina dari Vietnam. Hal ini telah
terjadi, Viet Minh menambah serangan mereka terhadap kekuatan kolonial
Perancis dan memasangnya juga di bagian Selatan dan Utara Vietnam.
Ketika Perancis berhasil dalam menahan kota dibawah kekuasaan mereka,
peraturan di daerah pedalaman makin bertambah karena Viet Minh. 20
November 1953, kekuatan kolonial Perancis menempatkan sebanyak 16.000
pasukannya di Bien Phu, yaitu sebuah lembah pegunungan di sepanjang
perbatasan Vietnam Utara dan Laos Utara. Dari Dien Bien Phu, Perancis
bermaksud untuk mengawasi daerah perbatasan di antara kedua negara.
Hal ini dianggap perlu karena Viet Minh melakukan pergerakan komunis
dilengkapi dengan persenjataan di Laos, Pathet Lao.

Militer Perancis percaya bahwa Lembah Dien Bien Phu yang memiliki
panjang 19 kilometer dan lebar 13 kilometer, aman dari serangan Viet
Minh. Namun pada minggu-minggu dan bulan-bulan berikutnya, pasukan
Vietnam dibawah pimpinan Jenderal Giap, menyiapkan penyerangan ke Dien
Bien Phu. Dengan bantuan lebih dari 200.000 orang kuli pengangkut
barang, Viet Minh mengatur pengangkutan artileri berat ke
gunung-gunung yang mengelilingi lembah Dien Bien Phu.

Pada bulan Maret 1954, Viet Minh memulai penyerangan mereka terhadap
pasukan Perancis di Dien Bien Phu. Pada tanggal 7 Mei 1954, mereka
berhasil menaklukan pusat komando Perancis. 9.500 anggota pasukan
kolonial Perancis ditangkap. Ini merupakan kekalahan paling buruk
dalam sejarah pasukan kolonial Perancis.
Lebih dari 20.000 orang Viet Minh dan lebih dari 3.000 orang Perancis
terbunuh dalam pertempuran di Dien Bien Phu. Perang antara Viet Minh
dengan Perancis yang berlangsung selama sembilan tahun, telah menelan
korban jiwa yang sangat besar. Lebih dari satu juta warga sipil,
200.000 hingga 300.000 orang Viet Minh dan lebih dari 95.000 anggota
pasukan kolonial Perancis telah kehilangan nyawanya.

Pada tanggal 20 Juli 1954 di Jenewa, negosiator Viet Minh dan Perancis
setuju membagi Vietnam menjadi dua negara bagian : komunis Vietnam
Utara dan kapitalis Vietnam Selatan.
Pada tahun 1959-1963, setelah gerilya komunis Vietnam Selatan dapat
menjatuhkan pemerintahan Diem, pemerintahan komunis Vietnam Utara
mengendalikan jalannya konfrontasi militer. Lebih dari 40.000 gerilya
Vietnam Utara masuk ke wilayah selatan, dan memberikan persenjataan
dan amunisi kepada komunis Vietnam Selatan, yang dibawa melalui
jalan-jalan kecil Ho Chi Minh di wilayah Laos dan Kamboja.

Pada tahun 1961, presiden AS yang baru dipilih, Kennedy, mengirimkan
100 penasihat militernya yang pertama bersama dengan satu unit khusus
dengan 400 tentara ke Vietnam. Pada tahun berikutnya, AS menambah
jumlah pasukannya di Vietnam menjadi 11.000 tentara.

Pada tanggal 2 Agustus 1964, dua kapal pesiar Amerika di tembaki oleh
kapal-kapal patroli Vietnam Utara di Teluk Tonkin. Amerika bersikeras
bahwa kapal-kapal pesiar itu berada di perairan internasional. Dan
menjadikan peristiwa itu sebagai alasan untuk membom Vietnam Utara
untuk pertama kalinya. Hanya saja pada tahun 1971, diketahui bahwa dua
kapal perang Amerika telah melanggar daerah perairan Vietnam Utara.

Pada bulan Maret 1965, pesawat tempur AS memulai Operation Rolling
Thunder, pemboman besar-besaran terhadap Vietnam Utara. Sekitar tiga
setengah tahun kemudian, bom-bom dijatuhkan di sekitar Vietnam Utara
yang jumlahnya dua kali lebih banyak dari jumlah bom yang dijatuhkan
pada Perang Dunia II.

Untuk mengurangi pembangunan industri dan penduduk negara, Vietnam
Utara memberlakukan desentralisasi total ekonomi dan evakuasi sejumlah
orang dari kota-kota. Puncak Perang Vietnam pada tahun 1968, yaitu
saat AS mengirimkan hampir setengah juta tentaranya ke Vietnam.
Pasukan Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Filipina dan Thailand
semuanya berjumlah 90.000 orang. Dan saat itu tentara Vietnam Selatan
berjumlah 1,5 juta orang.

Front Pembebasan Nasional di bawah kepemimpinan komunis, yang diberi
nama Vietkong oleh AS, memiliki kekuatan 400.000 pasukan. Pada tanggal
1 Februari 1968, kekuatan Tentara Pembebasan Nasional memulai serangan
Tet ke 105 kota-kota di Vietnam Selatan. Walaupun Vietkong berhasil
dipukul mundur dan mengalami kekalahan (kecuali di Hué), serangan Tet
ini merupakan saat yang menentukan dalam Perang Vietnam.

Serangan Tet mengakibatkan perubahan sikap AS. Setelah serangan Tet,
pemerintahan AS tidak tertarik lagi ingin memenangkan perang. Tapi
mereka hanya tidak ingin kehilangan reputasinya sebagai kekuatan
militer terhebat.

Melalui operasi militer AS, angkatan udara AS melakukan pengeboman ke
wilayah Vietnam Utara, dan berakhir pada Oktober 1968. AS mulai
menarik kembali pasukan-pasukannya dari Vietnam.
Tahun 1969 di Paris, AS, Vietnam Selatan, Vietnam Utara dan Vietkong
melakukan negosiasi untuk menarik seluruh pasukan AS dari Vietnam.
Pada tahun 1972, sebelum negosiasi Paris membawa hasil, AS telah
mengurangi pasukannya sebesar 100.000 orang dari Vietnam.

Tanggal 30 Maret 1972, terjadi serangan komunis, tapi bukan oleh
Vietkong melainkan oleh pasukan Vietnam Utara yang melewati garis
demarkasi (17 derajat garis lintang utara) melanggar wilayah Vietnam
Selatan. Pengeboman yang dilakukan secara terus-menerus oleh pesawat
tempur AS, telah menyebabkan mundurnya pasukan Vietnam Utara.

Pada tanggal 27 Januari 1973, persetujuan gencatan senjata
ditandatangani di Paris dan mulai diberlakukan sejak hari itu. Pada
bulan Maret 1973, pasukan terakhir Amerika, meninggalkan Vietnam. Dua
tahun kemudian, Vietnam Utara dan kekuatan komunis Selatan memulai
serangan dengan maksud untuk menguasai negara Vietnam Selatan.
Beberapa minggu kemudian, tepatnya tanggal 30 April 1975, pasukan
Vietnam Utara menduduki Saigon dan mengakibatkan berakhirnya perang
yang telah berlangsung selama tiga puluh tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar